Ayo, Berwisata Religi ke Masjid Raya Bandung!

0

Bandung merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi para turis domestik maupun mancanegara. Selain pemandangan alamnya yang indah, Bandung juga menyimpan pesona wisata religi yang sayang bila Anda lewatkan. Ikon kota yakni Masjid Raya Bandung menjadi pilihan tepat bila Anda ingin menikmati Kota Bandung dengan cita rasa berbeda.

Lokasi Wisata

Masjid Raya terletak di Alun-Alun Kota Bandung, dekat ruas Jalan Asia-Afrika. Karena berada di pusat kota, masjid mudah ditemukan. Untuk menuju ke sini, Anda dapat mengaksesnya dengan kendaraan umum maupun pribadi. Bila kesulitan menemukan arah, Anda bisa bertanya kepada warga lokal atau menggunakan aplikasi Google Maps di ponsel pintar.

Harga Tiket

Untuk memasuki area masjid, Anda tidak akan dipungut biaya. Namun, tersedia kotak amal yang dapat diisi sesuai kemampuan finansial.

Bila Anda ingin menikmati panorama dari atas menara kembar, Anda harus menyisihkan uang sebagai biaya naik lift. Pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp7.000. Sementara itu, pengunjung anak-anak dikenakan biaya Rp5.000. Adapun masjid ini dibuka setiap hari dan beroperasi selama 24 jam.

Fasilitas yang Didapatkan

Meskipun gratis, pengelola masjid telah menyediakan fasilitas yang cukup baik. Sebut saja toilet dan kamar mandi yang bersih dan bisa digunakan secara gratis. Bagi yang ingin menunaikan ibadah salat, banyak tempat wudu yang bisa digunakan. Untuk mencapai puncak menara masjid, tersedia lift agar memudahkan mobilisasi turis.

Sementara untuk keperluan makanan, Anda dapat menjumpainya di sekitar masjid dengan mudah. Banyak penjual yang menjajakan minuman serta beragam menu makanan. Anda juga bisa menjadikan restoran di jalan Dalem Kaum sebagai pilihan.

Sejarah Masjid Raya

Model bangunan masjid provinsi ini sangat megah dan menawan. Tempat ini tak pernah sepi pengunjung, terutama oleh kaum yang hendak menunaikan salat atau menghadiri acara kajian Islam.

Masjid ini dibangun sejak tahun 1812, bersamaan dengan dipindahkannya pusat kota Bandung dari Krapyak ke lokasi yang ada kini. Semula, bangunan masjid hanyalah berupa rumah panggung tradisional yang memiliki dinding dan atap rumbia.

Di tahun 1825, terjadi kebakaran di seputar alun-alun. Meskipun tidak terkena kebakaran secara langsung, masjid masuk dalam agenda renovasi pemerintah pada tahun 1826. Bagian dinding serta atap diganti dengan material kayu.

Sekitar 25 tahun kemudian, Bupati Bandung saat itu, A Wiranatakusumah IV, menetapkan agar masjid kembali direnovasi. Ukurannya diperbesar, bagian atap diganti dengan genteng, serta dindingnya memakai batu bata. Model bangunan kala itu seperti tiga susun limas besar yang tinggi menjulang. Masyarakat setempat pun menyebutnya Bale Nyuncung.

Beberapa renovasi terus dilakukan untuk membuat tampilan masjid semakin indah. Tercatat perombakan terjadi pada tahun 1900, 1930, 1955, 1967, dan 1973. Selain mengubah ukuran, penambahan pondasi, pembuatan mihrab, pembangunan menara masjid juga dilakukan.

Perombakan total kembali dilakukan pada tahun 2001 dengan melibatkan empat arsitek lokal, yakni Ir.H.Keulman, Ir.H Nu’man, Ir.H.Arie Atmajaya, dan Prof. Dr. Slamet Wirasonjaya. Masjid Raya ditata kembali dan dibuat menjadi satu bagian terintegrasi dengan alun-alun kota.

Pembangunan selesai pada 13 januari 2004. Masjid kemudian diresmikan dan memiliki nama resmi Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.

Menara Kembar Masjid Raya Bandung

Salah satu bagian masjid raya yang merupakan daya tarik sehingga tak pernah sepi pengunjung adalah kehadiran dua menara kembar yang menjulang tinggi. Dari sinilah, Anda bisa menikmati keindahan Kota Bandung dari ketinggian dengan sudut pandang 360 derajat. Suatu pengalaman menarik yang akan membuat siapa pun takjub.

Anda dapat mengakses area sayap di sebelah kiri atau kanan masjid untuk menaiki menara kembar. Untuk mencapai puncak menara, tersedia fasilitas lift berbayar. Loket penjualan tiket dapat Anda temukan di dekat lift. Setelah mendapat tiket, Anda harus mengantre hingga tiba giliran karena lift hanya mampu menampung kapasitas maksimal 10 orang.

Untuk menjaga kawasan masjid tetap bersih, pihak pengelola meminta pengunjung tidak membawa alas kaki maupun tas naik ke atas menara. Tersedia jasa loker penitipan barang yang bisa Anda manfaatkan. Sayangnya, masih ada saja pengunjung nakal yang melanggar aturan ini.

Area menara yang bisa diakses pengunjung adalah lantai 19 yang memiliki ketinggian setara 84 meter. Dari puncak menara ini, Anda dapat menikmati pemandangan kota dari ketinggian. Padatnya kawasan pemukiman penduduk, jembatan layang Pasupati, hingga kawasan Dago Utara terlihat jelas.

Setiap pengunjung dapat menikmati keindahan dari atas menara tanpa dibatasi waktu. Ketika turun, lift akan berhenti di lantai 2. Kemudian pengunjung akan keluar menggunakan tangga. Tujuannya agar proses keluar-masuk pengunjung lebih teratur.

Tips Berlibur di Masjid Raya Bandung

Harus diingat bahwa objek wisata ini merupakan tempat ibadah, maka jagalah sikap Anda ketika berkunjung. Jangan mengucapkan kata-kata kotor atau bersuara keras, karena akan mengganggu kenyamanan pengunjung yang sedang berwisata atau yang melaksanakan ibadah.

Pakailah pakaian yang sopan untuk menghormati rumah ibadah ini. Yang paling penting adalah menjaga kebersihan lingkungan masjid dengan tidak membuang sampah sembarangan. Di seluruh area masjid, terdapat fasilitas tempat sampah yang dapat Anda manfaatkan.

Bagi yang gemar berfoto, jangan lupa membawa kamera serta baterai cadangan. Anda dapat mengambil gambar dengan latar belakang sudut Kota Bandung yang tidak biasa dari atas menara. Suasana berbeda juga didapatkan ketika Anda berkunjung ke masjid saat malam hari. Cahaya lampu akan membuat foto tampak semakin menarik. Selain pemandangan alam, aktivitas manusia yang tak pernah sepi dapat menjadi objek foto yang tak kalah menarik.

Seusai menikmati keindahan masjid, jangan lupa untuk mengikuti salat berjemaah. Tak perlu khawatir kehabisan saf, karena Masjid Raya ini berukuran sangat besar. Bila Anda berkunjung pada saat Lebaran, pengujung akan membludak hingga mencapai 1.000 orang. Karena itu, pilihlah waktu reguler.

Wisata Religi Saat Bulan Ramadan

Saat yang tepat untuk berwisata religi ke masjid adalah ketika tiba bulan Ramadhan. Biasanya di Masjid Raya Bandung digelar rangkaian kegiatan rutin tahunan yang menarik. Sebut saja salat tarawih, ceramah, kegiatan tafsir Alquran, dan bimbingan studi Islam. Bahkan tersedia pula kegiatan yang disebut pesantren remaja. Tak melulu mendengar ceramah, remaja muslim juga akan dilatih cara mengurus jenazah dengan baik.

Berwisata ke sini merupakan pilihan yang tepat bagi Anda dan keluarga. Selain melepas penat dari rutinitas pekerjaan, pengetahuan akan Islam pun semakin bertambah.

Demikianlah ulasan mengenai wisata religi ke Masjid Raya Bandung. Jangan lupa rencanakan perjalanan dengan baik untuk menikmati liburan yang menyenangkan.

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.