Nikmati Suasana Tempo Dulu di Jalan Braga Bandung

0 4

Wisata Bandung tak melulu soal panorama alam. Anda dapat menikmati suasana liburan berbeda ketika menyusuri jalan Braga. Kawasan ini kental akan suasana tempo dulu karena memiliki deretan bangunan bergaya arsitektur Eropa.

Selain menawarkan keindahan, tempat ini menyimpan sejarah yang sayang bila dilewatkan. Karena pesona itulah, Jalan Braga Bandung tak pernah sepi pengunjung. 

Sejarah Jalan Braga

Jalan Braga telah menjadi primadona sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia. Menurut masyarakat lokal, kata Braga berasal dari bahasa Sunda, ngabaraga, artinya bergaya.

Awalnya Braga hanyalah sebuah kawasan yang cukup sunyi sehingga dinamakan Jalan Culik. Sempat dikenal juga dengan nama Jalan Pedati (Pedatiweg) dan dibangun olah Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang ke-36, Herman Willemd Daendels di tahun 1801-1811.

Setelah itu, tahun 1882 Asisten Residen Bandung, Pieter Sitjhoff, mengubah nama jalan tersebut menjadi Bragaweg. Sepanjang jalan berdiri kokoh kompleks pertokoan yang tata letaknya meniru kompleks pertokoan Paris.

Memasuki tahun 1920-an, Braga beralih menjadi pusat pertokoan barang mewah. Banyak kaum elite yang berkunjung ke sini untuk merasakan sensasi Eropa. Jejak kemegahan tersebut masih Anda saksikan hingga kini.

Wisata Sejarah di Braga

Gedung-gedung di Braga memilki sejarahnya masing-masing. Bentuknya tak banyak yang berubah sehingga Anda akan disuguhkan oleh suasana tempo dulu yang kental. Berikut beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi.

  • Gedung Merdeka

Tempat pertama yang harus Anda kunjungi bila menginjakan kaki di Jalan Braga Bandung adalah Gedung Merdeka. Gedung ini memang terkenal karena pernah digunakan untuk menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1955.

Awalnya gedung ini merupakan bangunan Societeit Concordia yang didirikan pada 1895. Sekitar 30 tahun kemudian, direnovasi oleh arsitektur Techniche Hogenschool (sekarang ITB), Van Galen Last, dan C.P. Wolff Schoemaker.

  • Gedung De Vries

Dulunya gedung ini merupakan toko serba ada pertama di Bandung. Dirancang dengan gaya Oud Indisch Stijl (gaya klasik Indies) membuatnya semakin ramai dikunjungi. Sempat terbengkalai di akhir era 1990an, tetapi pada tahun 2010, De Vries dipugar dan dikelola oleh Bank OCBC NISP.

  • Apotek Kimia Farma

Bangunan ini dibangun pada 1902 dan pernah dimanfaatkan sebagai Bank N.I. Escompto Mij. Setelah itu, kepemilikan beralih ke N.V. Chemicalienhandel Rathkamp & Co. yang merupakan cikal bakal perusahaan obat Kimia Farma. Gedung ini termasuk dalam bangunan cagar budaya namun belum diketahui siapa perancangnya.

  • Gedung De Majestic

Bangunan gedung Majestic sekilas mirip dengan kaleng biskuit sehingga dulu sering disebut blikken trommel atau kaleng timah. Gedung didesain oleh C.P. Wolf Schoemaker dan merupakan bioskop pertama di tanah air. Kini, gedung yang berlokasi di Jalan Braga No 1 telah digunakan sebagai gedung pertunjukan seni dan budaya.

  • Gedung Sarinah

Gedung yang dulunya bernama Onderling Belang ini terletak di Jalan Braga Nomor 8. Perubahan nama menjadi Sarinah lantaran saat era Bung Karno mengalami nasionalisasi. Pada masa jayanya, toko ini menjual koleksi pakaian paling terbaru. Namun sayangnya sejak tahun 2015, gedung ini diratakan dengan tanah untuk pembangunan hotel bintang empat.

  • Bank BJB

Bank milik pemerintah daerah ini merupakan saksi sejarah tempat pejuang Indonesia merobek bendera milik Belanda pascakemerdekaan. Bangunan ini awalnya merupakan gedung De Eerste Nederlands-Indische Spaarkas en Hypotheek Bank atau Denis. Terletak di persimpangan Jalan Braga dan Naripan, gedung ini adalah hasil rancangan AF Aalbers.

  • LKBN Antara

Gedung Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara ini memiliki ciri khas unik yakni melengkung dan dibubuhi cat kuning mentereng. Dirancang oleh AF Aalbers pada 1936, dulunya digunakan sebagai kantor Bala Keselamatan. 

Manjakan Lidah dengan Kuliner Legendaris

Setelah menelusuri gedung-gedung bersejarah, tak afdal rasanya bila meninggalkan Jalan Braga Bandung tanpa mencicipi kuliner legendaris di sana. Tempat pertama yang wajib didatangi adalah Toko Roti Sumber Hidangan.

Begitu masuk, Anda akan disambut dengan desain interior khas tempo dulu. Hidangan seperti kue kering, beragam jenis roti hingga es krim masih mempertahankan cita rasa lawas dan ditawarkan dengan harga terjangkau. Anda bahkan tak dapat menikmati fasilitas Wifi atau pembayaran dengan kartu kredit seperti layaknya kebanyakan restoran masa kini.

Tempat berikutnya yang harus dikunjungi adalah restoran Braga Permai yang terletak di Jalan Braga No. 58. Tempat ini telah berdiri sejak tahun 1918. Meski pernah direnovasi, secara umum detail arsitekturnya masih kental nuansa kolonialnya.

Di sini, Anda bisa mencicipi menu ala Belanda klasik seperti huzarensla dan bitter ballen atau lasagna dan salmon gamberoni yang lebih modern. Sup buntut dan lontong kari juga menjadi favorit terutama bagi turis asing. Beberapa cemilan berupa tompoesjes, ananas geap, dan ontbijkoek juga tersedia.

Waktu Terbaik Berkunjung

Sebaiknya berkunjung ke Braga saat musim panas. Cuaca cerah memudahkan Anda untuk berpelesir dengan berjalan kaki. Hindari juga datang saat musim liburan karena biasanya banyak wisatawan berkunjung sehingga jalanan macet dan hotel penuh.

Bila ingin menghabiskan long weekend di Braga, sebaiknya menempuh perjalanan semenjak Jumat malam agar rute perjalanan lebih renggang terutama bagi  Anda yang berasal dari Jakarta.

Fasilitas Tempat Tinggal

Bila Anda ingin menjelajah setiap sudut Braga, sebaiknya pilih tempat tinggal di seputar kawasan ini. Anda bisa menginap di Aston Braga Hotel & Residence Bandung, Favehotel Braga, atau Gino Feruci Braga Hotel. Deretan hotel ini menyediakan berbagai fasilitas mewah yang memanjakan Anda selama berlibur. Sementara bagi para pelancong yang memiliki bujet minim, banyak hotel berbintang 3 dengan fasilitas nyaman  bisa menjadi pilihan.

Berburu Oleh-Oleh

Tak perlu jauh-jauh mencari oleh-oleh khas Bandung untuk sanak keluarga atau teman. Anda dapat berkunjung ke gerai Iteung yang terletak di Braga City Walk. Banyak suvenir unik seperti gantungan kunci, hiasan dinding, hingga kaus keren bisa Anda dapatkan. Kudapan khas kota kembang mulai dari seblak, tempe asin, dan sale pisang juga bisa Anda bawa pulang.

Lokasi Jalan Braga

Terletak di jantung kota Bandung, jalan Braga berdampingan dengan jalan Naripan dan Lembong. Setelah puas menyusuri Braga, Anda juga bisa menikmati objek wisata lain yang berdekatan seperti Alun-Alun Bandung serta pusat perbelanjaan di jalan Dalem Kaum.

Jalan Braga Bandung memiliki pesona masa lampau yang sayang bila tak diabadikan. Karena itu, pastikan Anda membawa kamera, ponsel serta baterai cadangan yang cukup. Selamat berlibur!

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.